Kisah Perantauan (bagian-1 : Bandung)

Kisah Perantauan (bagian-1 : Bandung)

kisah perantauan ini dimulai ketika masa sma seorang wanita muda telah selesai. sama sekali tidak nampak sedikit pun ketakutan ataupun keraguan pada wajah wanita muda ini ketika pengumuman kelulusan diumumkan. sekalipun tidak mengharap banyak, namun ia cukup yakin bahwa nilainya sudah cukup di ambang batas kelulusan. baginya, hal yang paling menyenangkan dari kelulusan adalah, meninggalkan kota kelahirannya. meninggalkan kota kecil yang tidak menjanjikan sebuah masa depan cerah.

kota baru. pengalaman baru. suasana baru. lingkungan baru. teman-teman baru. bagi wanita muda ini adalah sebuah kebahagiaan. itulah keputusan yang telah bulat ia buat, ketika ia masih muda dan dengan yakin akan memulai kisah perantauannya menjauhi kota kelahirannya.

berbekal nilai rapornya yang cukup bagus, ia pun dapat menembus masuk mata kuliah arsitektur di sebuah universitas swasta ternama di bandung, melalui jalur PMDK. perjalanan kuliahnya tidak selalu mulus. ia pun harus menghadapi satu semester terlambat dibandingkan dengan teman-teman seangkatannya.

pernah suatu ketika ia berjanji pada dirinya sendiri, bahwa ia tidak ingin mempunyai sebuah masa pengangguran. ia ingin memaksimalkan waktunya untuk mencari kerja. maka dari itulah, kerja paruh waktu pun ia lakoni di tahun terakhir kuliahnya. empat tahun setengah ia mengenyam pendidikan arsitektur. sebuah bidang studi yang terkadang ia sukai, dan terkadang ia benci. tapi empat tahun setengah cukup baginya untuk membekali diri di masa depannya yang masih terbentang panjang.

dua bulan sebelum pengumuman kelulusannya, ia pun mendapatkan tawaran kerja di sebuah biro konsultan kecil-kecilan di bandung. tanpa pikir panjang, ia pun menyambar kesempatan tersebut. dua bulan lamanya ia bekerja menjadi seorang drafter. bukanlah suatu pekerjaan yang sebenarnya ia minati. bahkan sejujurnya ia pun tidak menyukai kolega di tempatnya ia bekerja. teringat kembali akan pengalaman pahit yang pernah ia rasakan di masa kuliahnya, perlahan-lahan ia pun mulai membenci bidang yang telah empat setengah tahun lamanya ia dalami di universitas tersebut. ia pun teringat akan kakak lelakinya yang tengah bekerja di sebuah bank swasta asing, dan tertarik mencoba peruntungan di bidang perbankan.

keberuntungan menyertainya. dua bulan setelah mengenyam pekerjaan menjadi seorang drafter, ia pun mendapatkan tawaran kontrak sebagai representative sales person di sebuah bank asing campuran india-inggris. hampir tiga bulan lamanya sampai ia akhirnya menyadari betapa ia bukanlah seseorang yang cocok di bidang tersebut, berdasarkan latar belakang pendidikan dan kepribadiannya.

….. bersambung –> Kisah Perantauan (bagian-2)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s