Kisah Perantauan (bagian-2 : Jakarta)

Kisah Perantauan (bagian-2 : Jakarta)

namun demikian, keberuntungan masih berada di pihaknya. pertengahan bulan juni 2010, di bulan ketiga ia bekerja sebagai seorang sales person, tawaran pekerjaan datang lagi dari sebuah bank asing campuran inggris-hongkong, yang mana bertempat di kantor pusat, jakarta. maka berangkatlah ia ke ibu kota.

ada sebuah perasaan galau menyertai kepindahannya dari bandung ke jakarta. bandung, yang selama ini dikenalnya sebagai kota yang indah dan nyaman untuk ditinggali, dan tidak pernah terbesit sedikitpun ia akan meninggalkan kota yang ia cintai ini demi membanting tulang di ibu kota. namun seperti itulah jalan yang harus ia tempuh. sekalipun air mata jatuh berderai, namun kepindahan ke kota jakarta tidak bisa lagi ia elak.

tinggal di ibu kota bukanlah hal yang mudah. dengan tingkat polusi yang tinggi, tingkat stress yang tinggi, tingkat kriminalitas yang tinggi, sedemikian banyaknya hal yang ia tidak sukai. sekalipun hampir tiga bulan ia berusaha menikmati tempat tinggal barunya di ibu kota, patah kata demi patah kata terus saja ia katakan untuk dirinya sendiri, bahwa kelak ia akan menikmati semuanya ini : kepindahan di jakarta, tempat tinggal baru, pekerjaan baru, teman-teman baru, dan lain sebagainya.

bulan desember 2010 datang terlalu lama baginya. begitu ingin ia meninggalkan jakarta. bukan karena betapa ia rindu akan kampung halamannya, melainkan betapa ia sebenarnya hanya ingin melarikan diri dari segala tekanan yang ia rasakan selama enam bulan ia tinggal di jakarta. namun hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan, tahun demi tahun.. sekalipun ia telah berusaha seribu kali melamar perkerjaan ke bank lain, namun jodoh masih tidak mau memisahkannya dari bank asing campuran inggris-hongkong tersebut.

satu setengah tahun lamanya ia mengenyam pekerjaan di bagian sumber daya manusia, pertama kalinya adalah di area sistem. ia tidak pernah menyukai atasannya, pun pekerjaannya. setiap pagi hanyalah memaksakan diri untuk menyeret langkah ke kantor. setiap sore hanyalah menunggu waktu pulang kantor jam 5 petang. setiap malam hanyalah menangis meratapi stress yang menghinggapinya. dan begitulah setiap hari yang harus ia jalani satu setengah tahun lamanya.

bulan ke delapan belas pun datang dengan cukup lama. kali ini keberuntungan yang telah lama meninggalkannya, datang kembali menghampirinya. ia mendapatkan lowongan untuk pindah dari area sistem, ke area contact center. sebuah dunia baru lagi yang ia harus rambah. berjibun ilmu lagi yang dapat ia timba. sebuah tantangan baru lagi yang menghadangnya. ia cukup senang dengan suasana baru ini. pekerjaan yang tidak membosankan, rekan kerja baru dan atasan baru. sekalipun berjuta kali pekerjaan ini mengujinya untuk menjadi orang yang sangat sabar, mau tidak mau hal ini sedikit banyak telah mengubah pribadinya menjadi lebih baik dari sebelumnya.

bulan ke tiga puluh pun datang. sekali lagi ia mendapatkan tawaran lebih baik di tempat kerjanya, yang masih menurut atasannya, pekerjaan ini dapat membuatnya untuk berkembang lebih baik, memberi lebih banyak peluang untuk kenaikan pangkat di perusahaan tersebut. sebuah janji yang sama, yang ia dapati  di tahun lalu, yang hanyalah kosong belaka pada kenyataannya. namun ada suatu hal yang sangat mengganjal baginya kali ini : pekerjaan ini menaruhnya kembali di bawah atasan yang tidak ia sukai, atasan yang sama seperti ketika ia masih bekerja di area sistem, dua tahun yang lalu.

di bulan ke tiga puluh itu, bulan desember 2012, ia mendapat serangan stress yang cukup hebat. hanya 4 hari lamanya ia masuk kerja di bulan desember, karena sisanya ia habiskan untuk beristirahat di rumah kosan nya, dikarenakan serangan berbagai penyakit sekaligus. penyakit yang sangat sering menghampirinya setiap kali ia menghadapi stress berat : maag dan anemia. bulan desember itu ia habiskan banyak untuk merenung. ia pun pulang kembali ke kampung halamannya untuk merayakan Natal dan memulihkan diri dari sakit.

….. bersambung –> Kisah Perantauan (bagian-3)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s